First Step :)

Akhirnya bisa juga ku mulai tulisan pertamaku di blog baruku. Sebenernya ide untuk menulis itu udah lama banget kupikirkan, tapi ketika mau mulai, selalu ada halangan>>males hehehe. Tapi entahlah hari ini, tanggal 21 November 2018, pukul 13:22 siang, di meja kerja, niat untuk nulis terasa sangat membara. Mungkin karena ku sedang bosan. Atau hanya sekedar ingin meluapkan isi pikiran yang terbendung sekian lama(halah).Bisa jadi karena dua faktor utama itu. Tapi.. Hi.. aku berhasil kan, memulai sesuatu yang sejak lama ingin ku kerjakan? Iya dong. pernah ku dengar ungkapan, “sesuatu yang tak kunjung selesai adalah yang tak pernah kunjung dimulai”, yang aku sendiri lupa pernah dengar dari mana. Hehe.

Kenalin, bapakku ngasih nama Ayu buatku. Orang-orang biasanya manggil secara lengkap, Ayu Hapsari, karena yang namanya Ayu itu banyak banget di tanah jawa ini. Temen2 dekatku biasa manggil ayuhap (nama panjang yang disingkat) atau ayumak ( yang dalam bahasa myanmar artinya gila haha). Tapi ku suka nulis namaku yang original, atau kalau mau lebih gaul, ku pakai huruf IU (bacanya ‘ai yu’) itu nama penyanyi cewek dari Korea btw. Ok udah selesai dengan nama.

Rumah bapak-ibuk ku di Yogyakarta. Sampai detik ini aku masih ngikut ortu karena belom punya suami haha. Umur masih 22. Karir masih di tahap awal. Sebagai manusia dengan umur segini, ku masih dalam tahap eksplorasi diri. Mencari apa yang ssbenarnya aku sukai dan ingin aku lakukan selama hidupku di bumi ini. Mencari apa tujuan aku diciptakan di bumi ini.

Aku bukan orang yang agamis atau religius, dan aku juga masih dalam pencarian kebenaran spiritual. Aku kurang suka bicara banyak, kecuali dengan orang-orang tertentu yang jiwanya nyambung sama jiwaku. Bukan berarti sombong atau pilih-pilih orang. Apalah yang mau disombongkan, mengetahui bahwa kita hidup sama-sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan dengan kekurangan dan kelebihan yang diberikan langsung oleh The Creator. Bukan sombong tapi males ngomong.. Gak tau kenapa kalau setelah banyak ngomong, rasanya capek gitu. I know that’s what Introvert people feel.

Dan sebagai ganti ketidaksukaanku untuk ngomong, inilah yang kulakukan saat waktu luang, menulis. Dengan cara inilah semoga aku bisa lebih ekspresif, kreatif, dan produktif. Wahai Tuhan, para Malaikat, dan seluruh elemen Alam Semesta, aku mohon restu dan dukungan atas langkah pertama yang aku buat untuk niat baikku.

Yogyakarta, 21 November 2018

Ayu Hapsari

Advertisements